SELAMAT DATANG DI BLOG INI
















Halo,siapapun anda,

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini.

Namun pertama saya perlu jelaskan bahwa kata "sexy" pada judul blog ini,sama sekali tidak ada hubungan dengan hal-hal yang menyangkut "sex" apalagi "porno". Itu adalah kata plesetan dalam bahasa indonesia pergaulan yaitu "seksisibuk" yang artinya sekelompok orang yang kelihatan sangat sibuk,entah mereka lakukan itu hanya untuk menarik perhatian,atau memang benar benar sibuk.

Yang jelas,dibalik semua itu pasti ada makna dan hikmahnya. Di Blog inilah,diharapkan mereka yang terlibat atau pernah terlibat dalam "seksirepot"(termasuk saya),dapat berbagi pengalamannya,dan makna serta hikmahnya,termasuk hal-hal lucu/menggelikan yang mungkin dapat bermanfaat untuk kita semua.

Untuk semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini, saya ucapkan banyak Terima Kasih.

Salam Hormat,

Arny Iswarny


WELCOME TO MY BLOG

WELCOME TO MY BLOG

WELCOME TO MY BLOG THAT THIS SIMPLE

Hello, whoever you are, Welcome to my humble blog.

But first I need to explain that the word "sexy" in the title of this blog, there is absolutely no connection with matters pertaining to "sex" much less "pornographic".

It was a play on words in Indonesian society that is "seksisibuk" which means a group of people who look very busy, whether they do it just to attract attention, or really really busy.

What is clear, behind all that there must be meaning and lesson. In this blog, hopefully those who are involved or have been involved in "seksirepot" (including me), can share experiences, and meanings as well as learn from, or funny things that might be useful ridiculous for us all.

To all those who support the holding of this event, I say a lot of Thank You.

Sincerely Yours,

Arny Iswarny


Minggu, 30 Mei 2010

Kisah Pemulung dan Pengemis

Suatu hari aku bertemu dengan seorang pemulung remaja putri yang berusia kira-kira 13 tahun dengan berpakaian rapi, celana panjang dan kemeja tangan panjang serta topi yang menutupi kepalanya. Kebetulan aku sedang mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai, lalu aku tawarkan kepadanya. Ia sangat senang dan bersemangat sekali mengumpulkan barang-barang yang kuberikan, tanpa banyak bicara dan kelihatannya ia agak tersipu malu jika diperhatikan terlalu lama. Aku sempat bertanya tentang keluarganya, ternyata ayahnya juga seorang pemulung dan ia masih bersekolah di Sekolah Dasar (SD). Jika masuk sekolah pagi, ia bekerja pada siang hari dan jika sekolah siang ia membantu ayahnya pada pagi hari. Aku berpikir, ternyata pada zaman sekarang ini masih ada anak usia remaja yang bersedia membantu orang tua bekerja sebagai pemulung yang dianggap rendah oleh sebagian orang. Jauh berbeda dengan anak-anak seusianya yang sering kulihat hanya berhura-hura tidak lepas dari HP. Padahal pekerjaan sebagai pemulung asalkan tidak merugikan dan mengambil hak orang lain masih jauh lebih baik dari pada hanya meminta- minta dan mengharap belas kasihan orang. ........(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar